cover buku bawang merah bawang putih

Resensi Buku Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Provinsi Riau. Cerita ini mengisahkan tentang dua saudara tiri yang memiliki sifat dan nasib yang berbeda. Bawang Putih adalah seorang gadis yang baik hati, rajin, dan sabar, sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang sombong, malas, dan jahat.

Resensi buku cerita dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Penulis: Lilis Hu
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tanggal rilis: 19 Desember 2016
Jumlah halaman: 42 halaman
Harga: Rp44.000

Unsur intrinsik

Unsur intrinsik dari buku cerita dongeng Bawang Merah Bawang Putih adalah sebagai berikut:

  • Tema: Tema buku cerita ini adalah tentang perbedaan nasib dan sifat antara dua saudara tiri, Bawang Merah dan Bawang Putih.
  • Tokoh dan penokohan: Tokoh utama dalam cerita ini adalah Bawang Putih, seorang gadis yang baik hati, rajin, dan sabar. Tokoh antagonis adalah Bawang Merah, seorang gadis yang sombong, malas, dan jahat, serta ibu tirinya yang tidak adil. Tokoh pendukung adalah ayah Bawang Putih, ikan emas, dan pangeran.
  • Latar: Latar tempat dalam cerita ini adalah di sebuah desa di Provinsi Riau. Latar waktu tidak disebutkan secara pasti, tetapi dapat diperkirakan pada masa lampau. Latar suasana adalah sedih, menegangkan, dan bahagia. Latar sosial adalah masyarakat yang masih percaya pada keajaiban dan adat istiadat setempat.
  • Alur: Alur cerita ini adalah alur maju, yaitu alur yang mengikuti urutan kronologis peristiwa dari awal hingga akhir.
  • Sudut pandang: Sudut pandang yang digunakan dalam cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu, yaitu sudut pandang yang menceritakan peristiwa dari luar cerita dan mengetahui segala hal yang terjadi pada tokoh-tokoh dalam cerita.
  • Gaya bahasa: Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini adalah gaya bahasa sederhana, lugas, dan mudah dipahami. Beberapa contoh gaya bahasa yang digunakan adalah majas perbandingan, seperti “Bawang Putih cantik bagaikan bidadari” dan “Bawang Merah jelek bagaikan hantu”. Juga terdapat majas personifikasi, seperti “Ikan emas itu tersenyum dan berkata”.
  • Amanat: Amanat yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita ini adalah bahwa sifat baik, rajin, dan sabar akan mendatangkan keberuntungan, sementara sifat sombong, malas, dan jahat akan mendatangkan kesialan. Amanat ini juga dapat dirumuskan sebagai “seperti buah simalakama, siapa yang makan akan terkena sial”

Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan: Buku ini menampilkan ilustrasi 3D yang menarik dan interaktif. Buku ini juga menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara bergantian, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Buku ini juga menyajikan pesan moral yang baik, yaitu tentang pentingnya bersikap baik, sabar, dan rendah hati, serta tentang akibat buruk dari sifat sombong, malas, dan jahat.
  • Kekurangan: Buku ini tidak memberikan informasi tentang latar belakang cerita, seperti asal usul, sejarah, atau budaya daerah yang terkait. Buku ini juga tidak memberikan variasi cerita, melainkan hanya mengulang cerita yang sudah umum diketahui.

Demikian resensi dari buku cerita Bawang Merah Bawang Putih, semoga bermanfaat.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *